A. Iskandar Zulkarnain menilai bahwa fenomena penutupan ribuan cabang bank di Indonesia bukan sekadar persoalan efisiensi, melainkan mencerminkan perubahan struktural dalam industri perbankan nasional.
Dalam konteks ini, pergeseran menuju layanan berbasis digital menunjukkan bahwa model interaksi antara bank dan nasabah sedang berubah secara fundamental. Perubahan ini dipengaruhi oleh penetrasi teknologi, meningkatnya penggunaan mobile banking, serta tuntutan layanan yang serba cepat dan fleksibel. Hal ini menandakan bahwa kantor fisik tidak lagi menjadi pusat utama aktivitas perbankan.
Menurut A. Iskandar Zulkarnain, transformasi ini tidak boleh hanya dilihat sebagai proses pemangkasan biaya, melainkan harus dibarengi dengan pembangunan arsitektur layanan digital yang tetap menjamin keamanan, kepercayaan publik, dan inklusi keuangan.
Ke depan, arah perubahan ini perlu dijaga agar tidak menciptakan kesenjangan baru, terutama bagi kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya siap secara digital. Transformasi yang sehat harus mampu menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab sosial.
Tulisan ini merujuk pada artikel asli yang dimuat di Kompas.com:
https://money.kompas.com/read/2025/06/24/144500726/ribuan-cabang-tutup--menuju-bank-tanpa-kantor
Profil penulis:
Daftar artikel lainnya: